Pengajaran dan Kreativitas

Mengajar merupakan sesuatu yang kompleks dan Karena murid-murid memiliki karakteristik yang berbeda, maka tak ada cara tunggul untuk mengajar secara efektif dalam semua hal. Oleh Karena itu dalam mengajar dibutuhkan sosok guru yang kreatif untuk dapat mengajar meggunakan berbagai strategi, pendekatan, dan model yang bisa diaplikasikan secara fleksibel, agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Salah satu tujuan terpenting dalam pengajaran adalah membantu murid menjadi lebih kreatif. Adapun strategi yang dapat mengbangkitkan kreativitas murid menurut Santrock (2007 : 366) antara lain :

Brainstroming adalah teknik dimana murid-murid didorong untuk menghasilkan ide kreatif, saling bertukar gagasan, dan mengatakan apa saja yang ada dipikiran mereka yang tampaknya relevan dengan apa yang dibahas pada saat itu.

Menyediakan lingkungan yang memicu kreativitas. Beberapa situasi kelas dapat memicu kreativitas murid, tapi ada juga yang menghambatnya. Guru yang mendorong kreativtas sering kali mengandalkan pada rasa ingin tahu anak. Guru memberikan latihan dan aktivitas yang memicu murid untuk mencari solusi problem. Guru tidak memberi banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang sederhana. Guru juga mendorong kreativitas dengan mengajak murid berjalan-jalan ke lokasi di mana kreativitas dihargai.

Jangan terlalu megatur murid. Teresa Amabile (1993) mengatakan bahwa menyuruh murid untuk melkukan seusatu secara persis akan membuat mereka merasa bahwa orisinalitas adalah sebuah kesalahan dan eksplorasi adalah kesia-siaan. Sebaliknya, jika murid diberi tahu aktivitas-aktivitas apa yang harus mereka lakukan, kemudian membiarkan murid memilih sendiri kesenangannya dan Anda mengdukung kecenderungan mereka, maka Anda tidak akan menghancurkan rasa ingin tahu alamiah mereka.

Mendorong motivasi internal. Penggunaan hadiah yang berlebihan, seperti medali emas, mainan, atau uang bisa melumpuhkan kreativitas Karena mengurangi kesenangan intrinsic anak dalam berbuat kreatif. Motivasi murid kreatif adalah kepuasan Karena berhasil menciptakan suatu karya, tetapi ini bukan berarti tidak memberi hadiah sama sekali kepada murid yang kreatif.

Mendorong pemikiran yang fleksibel dan main-main. Pemikir kreatif bersikap fleksibel dan bermain-main dengan problem. Meskipun kreativitas membutuhkan usaha, usaha tersebut akan lebih lancer jika murid melakukanya dengan santai. Ketika murid bercanda,mereka lebih mungkin memikirkan solusi yang aneh untuk suatu masalah. Bermain-main membantu murid menghilangkan tekanan yang dapat menghambat gagasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *